Total Pageviews

Wednesday, 16 October 2013

PKBM - dari, oleh & untuk masyarakat


Angka buta aksara di Kabupaten Karawang pada tahun 2012 untuk usia non produktif 45-60 tahun sebanyak 138.000 orang dan buta aksara di usia 15-44 tahun mencapai 19.000 orang. (Sumber disini)

Membaca adalah "keterampilan dasar" yang sangat sangat penting bagi manusia yang hidup di jaman sekarang. Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, orang sekarang hampir tidak bisa lepas dari aksara. Namun apa mau dikata meski sekarang sudah jamannya internet dan handphone pintar, masih ada saja bahkan banyak sekali rakyat Indonesia yang belum bisa membaca. Contohnya adalah data angka buta huruf yang ada di Kab. Karawang seperti yang tertulis diatas.

Salah satu  solusi untuk mengurangi jumlah orang yang belum melek aksara ini adalah menyelenggarakan PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat). PKBM adalah sebuah "sekolah" yang kegiatan utamanya adalah mengajar membaca. Adapun yang menjadi "murid" dari PKBM ini adalah anggota masyarakat dari semua umur, tua, muda, laki-laki, maupun perempuan. Bahkan tak jarang nenek dan kakek juga ikut menjadi "murid" di PKBM.

Meski target utama dari PKBM ini adalah mengajar membaca, namun pada perkembangannya PKBM juga menyediakan program-program Kejar Paket A, B dan C. Hal ini untuk memfasilitasi orang-orang yang putus sekolah supaya mereka bisa menyelesaikan jenjang pendidikannya baik di SD, SMP dan SMA.

"Sekolah" sejenis PKBM ini sebenarnya tidak hanya ada di Indonesia, hampir  semua negara di seluruh dunia memiliki sistem sejenis PKBM ini. Secara Internasional sistem ini umumnya dikenal dengan Community Learning Center (CLC). Sedangkan di masing-masing negara di dunia memiliki sebutan atau istilah yang berbeda, seperti di Jepang disebut Kominkan, di Singapura disebut Community Club (secara nasional diorganisir oleh People Association), di Malaysia dikenal Pusat Kegiatan Masyarakat (secara nasional diorganisir oleh Jabatan Kemajuan Masyarakat (KEMAS) Kementerian Kemajuan Luar Bandar dan Wilayah), di Korea Selatan dikenal Lifelong Education Center (secara nasional diorganisir oleh NILE/National Institute of Lifelong Education), sedangkan di Thailand tidak ada nama khusus untuk CLC, dimana pembinaannya dilakukan oleh lembaga SICED (Sirindhorn Institute for Continuing Education and Development) di bawah ONIE (Office of Nonformal dan Informal Education) Thailand Department of Education.

Sesuai ide dasarnya yakni Community Learning Center alias pusat belajar yang didirikan oleh masyarakat, maka PKBM ini ada dari, oleh dan untuk Masyarakat.